

Sejak ibunya meninggal saat Pina masih berusia 1,5 tahun, hanya sang ayah yang menjadi tempatnya bersandar.
Kini, Pina kembali diuji. Mata kecilnya terus terasa sakit akibat Retinoblastoma (kanker mata). Lapisan putih mulai menutupi matanya, penglihatannya terancam hilang, dan ia hanya bisa menangis karena belum mampu mengungkapkan rasa sakitnya.

Ayah Pina sudah berusaha semampunya. Menjadi buruh petik, buruh serabutan, hingga menjual barang di rumah dan berutang demi biaya berobat. Namun penghasilannya yang tak menentu membuat pengobatan Pina sempat terhenti.
Padahal, semakin lama pengobatan tertunda, semakin besar risiko kanker menyebar.

#OrangBaik, Pina masih punya mimpi untuk tumbuh sehat, bermain, dan bersekolah seperti anak-anak lainnya.
Yuk, jadi harapan bagi Pina. Berapa pun donasi yang kamu berikan, sangat berarti untuk membantu Pina melanjutkan pengobatannya.
Dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser